o keutamaan dzikir dan tafakur

“Aku mengerti Ghom (keresahann) hamba-Ku, dan aku bersamanya, dan ketika ia mengingat dan menyebut-Ku maka aku akan ingat padanya. Jika ia mengingat-Ku dalam keseluruhannya maka aku akan mengingat dalam seluruh kebaikannya. Dan jika ia mendekat padaku 1syibron maka aku akan mendekat padanya 1 dziro’. Dan jika ia mendekat padaku 1dziro’ maka aku akan mendekat padanya 1 ba’an. Dan jika ia menghampiriku dengan berjalan maka aku akan menghampirinya dengan berlari”.



بِسْمِ الله الرّحْمَنِ الرّحِيْمِ الحَمْدُ لله رَبِّ العَالَمِيْنَ,الحَمْدُ لله الذِي جَعَلَ الذِّكْرَ سَبَبًا بِدَارِ السّلامِ, وَمُكَفّرًا لِلذُنُوْبِ وَالآثامِ, وَجَعَلَ الإعْرَاضَ عَنْهُ سَبَبًا لِلْخَسَارَةِ وَالحِرْمَانِ, وَجَعَل هَذِهِ الصّلوَاتِ مُكفّرَتٌ لِمَا بَيْنَهُنّ مِنْ صَغَائِرِ الذُّنُوْبِ وَالأوْزَارِ,أشْهَدُ أن لاإله إلا الله وَحْدَهُ لاشَرِيْكَ لَهُ, ذُوْا العَظَمَةِ وَالعِزَّةِ وَالإقتِدَارِ,وأشهَدُ أنّ مُحَمّدا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ,إِمَامَ المُتقِيْنَ الأبْرَارِ,وَصَلىَ الله عَلَيْهِ وَعَلىَ ألِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسِانٍ إلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ, وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا. فيا أيّها الناس: إتّقوا الله حق تقاته ولا تموتنّ الا وأنتم مسلمون
Amma ba’du :
Ma’asyiral hadirin jama’ah jum’ah rohimakumullah,
Bertaqwalah kalian semua pada Allah ta’ala, dengan sebenar-benarnya taqwa, yaitu menjalankan segala perintah-perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-larangan-Nya, karena dengan itulah kalian semua akan selamat di dunia dan di akhirat.
Ma’asyiral hadirin jama’ah jum’ah rohimakumullah,
Kita semua sebagai hamba Allah ta’ala dianjurkan agar selalu ingat pada-Nya, maka berdzikir dan bertasbihlah kalian semua dengan mengagungkan Asma-asma-Nya di setiap saat. Ketahuilah bahwa sesungguhnya dzikir adalah sarana penghidup bagi jiwa dan hati, dari segala sesuatu yang ghoib atau sesuatu yang masih rahasia. Dengan dzikir bisa menjadikan penyakit Ghom (resah) menjadi kedamaiaan dan menjadikan penyakit Ham (gelisah) menjadi kebahagiaan, dan bisa mewujudkan segala apa yang kita inginkan.
Allah ta’ala berfirman dalam hadits qudsi:
“Aku mengerti Ghom (keresahann) hamba-Ku, dan aku bersamanya, dan ketika ia mengingat dan menyebut-Ku maka aku akan ingat padanya. Jika ia mengingat-Ku dalam keseluruhannya maka aku akan mengingat dalam seluruh kebaikannya. Dan jika ia mendekat padaku 1syibron maka aku akan mendekat padanya 1 dziro’. Dan jika ia mendekat padaku 1dziro’ maka aku akan mendekat padanya 1 ba’an. Dan jika ia menghampiriku dengan berjalan maka aku akan menghampirinya dengan berlari”.
Begitulah keutamaan serta manfaat dari dzikir. Maka tetapkan pada diri kalian untuk berdzikir pada Allah ta’ala pada setiap saat dalam bagaimanapun keadaannya, di waktu sepi maupun ramai, di waktu senang maupun susah, diwaktu siang maupun malam.
Ikutilah jejak para Ulama terdahulu yang menjadikan setiap detak nafasnya adalah dzikir pada Allah ta’ala. Dan ingatlah bahwa suatu keberuntungan yang besar bagi seseorang yang mengakhiri hidupnya dengan ucapan Laa Ilaaha Illa Allah….
Allah ta’ala berfirman:
وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ بُكْرَةً وَأصِيْلا, وَمِنَ الَيْلِ فَاسْجُدْ لَهُ وَسَبِّحْهُ لَيْلا طَوِيْلا ( الإنسان 25-26 )
“Dan sebutlah nama Tuhanmu di waktu pagi dan sore, dan sujudlah disebagian malam dan bertasbihlah di bagian malam yang panjang”
Ma’asyiral hadirin jama’ah jum’ah rohimakumullah
Ingatlah kalian dengan Allah ta’ala, ketika duduk ataupun berdiri dan dari segala arah, karena dzikir adalah penghidupan serta cahaya bagi hati dan jiwa. Nabi SAW pernah bersabda bahwa sesungguhnya dzikir adalah kebaikan yang bisa menarik pada keberuntungan, karena seseorang yang setiap saat selalu mengingat pada Allah ta’ala, maka ia akan terjaga dan takut berbuat kemaksiatan, dan dzikir juga bisa mempermudah atau meluaskan rizki disamping sebagai pelebur dari dosa-dosa dan juga masih banyak keutamaan-keutamaan dari dzikir, seperti yang pernah disabdakan Nabi SAW :
“Barang siapa yang mengucapkan, ‘Laa Ilaaha Illa Allah Wahdahu Laa Syariikalahu,’ dalam sehari 100 kali, maka baginya seperti memerdekakan budak serta ditulis 100 kebaikan baginya, dan dihapus 100 kesalahannya, dan jadi benteng dari tipu daya setan, dan tiada keutamaan baginya kecuali amal yang besar”.
“Barang siapa yang mengucapkan, ‘Suhaanallah Wabihamdihi’ dengan sebanyak-banyaknya maka akan dilebur semua kesalahannya, walaupun kesalahannya umpama busa di laut”.
Seorang ahli Hikmah mengatakan bahwa di dalam dzikir banyak terkandung beberapa hikmah dan sesuatu yang sangat mulia, seperti :
Bahwa dalam dzikir terdapat hikmah keridhoan Allah ta’ala, merupakan tanda dari ketaatan seseorang terhadap Tuhan-Nya, merupakan penjagaan dari tipu daya syetan, merupakan kelembutan hati hamba yang beriman, merupakan benteng dari segala bentuk kemaksiatan.
Dzikir juga bisa menjadi ganti daripada shodaqoh, terutama bagi mereka yang tidak mampu atau miskin, pernah datang seorang sahabat yang bernama “Abu Amamah ra pada Nabi SAW, dan ia berkata: “Yaa Rosulullah aku melihat banyak orang yang bershodaqoh atas hartanya, sedang aku tiada sesuatu yang bisa aku shodaqohkan”, Nabi SAW berkata: Ucapkanlah “Subhaanallah walhamdulillah walaa ilaaha illa allah, allahu akbar” karena kalimat ini lebih berharga dari 1 mud makanan dan merupakan shodaqohnya orang miskin, dan dzikir juga bisa menjadi ganti dari ibadah haji bagi orang yang tidak mampu, seperti yang pernah disabdakan Nabi SAW barang siapa yang melakukan sholat jum’ah dan sesudahnya dia memperbanyak membaca “Subhaanallah walhamdulillah walaa ilaaha illa allah, allahu akbar” maka pahalanya seperti melaksanakan ibadah haji.
Ma’asyiral hadirin jama’ah jum’ah rohimakumullah
Dalam permasalahan dzikir pada Allah ta’ala bisa kita lakukan dengan 3 cara yaitu dengan hati, lisan dan perbuatan:
1.Dengan hati, artinya mengingat Allah ta’ala dalam hati dengan bertafakkur atas asma-asma-Nya yang mulia, sifat-sifat-Nya yang luhur dan kebesaran serta kehendak-kehendak-Nya yang penuh dengan hikmah,dan cara dzikir seperti itu begitu besar manfa’at dan keutamaanya.
الــذِيْنَ يَذْكــُرُوْنَ الله قِيَـــمًا وَقُعـــُوْدًا وَعَلىَ جـُنُوْبِهِمْ وَيَتـَفَكّرُوْنِ فِي خــَلْقِ السَّمَوَاتِ وَالأرْضِ, رَبّنَا مَا خَلـَقـْتَ هَذَا بَاطِلا ( ال عمران 191 ) “Orang-orang yang mengingat Allah ketika berdiri dan ketika duduk, ketika berbaring, dan mereka berfikir (tafakkur) tentang kejadian di langit dan bumi, dengan sambil berkata : wahai Tuhan kami ,tidaklah Engkau menjadikan semua ini dengan sia-sia”.
Begitu besar manfaat dan keutamaan bertafakkur tentang kebesaran Allah ta’ala, karena dengan hal tersebut bisa menambah keyakinan serta keimanan kita pada-Nya dan Nabi SAW pernah bersabda: satu ilmu yang jika kamu mau merenungkan tentang kerahasiaannya, itu lebih utama dari pada kamu sholat sunah 10 roka’at, karena dalam tafakkur kita akan mendapatkan banyak hidayah kefahaman ilmu dari Allah ta’la, dan tafakkur adalah sarana menuju Ma’rifatullah yaitu lebih mengenal pada Allah dengan beberapa hikmahnya ,Imam Hasan Al Basri ra berkata : “Bahwa orang-orang yang berakal senantiasa membiasakan dengan dzikir atas fikir dan fikir atas dzikir, sehingga ia bertutur kata dengan hatinya lalu hati itu bertutur kata dengan hikmah”.
Dan tentang kemuliaan tafakkur Imam Al Junaid ra, berkata: “ Majlis yang paling mulia dan paling tinggi adalah duduk sambil berfikir dalam lapangan tauhid, menghirup angin ma’rifat, minum air kasih sayang, dan memandang dengan tawadhu’ dan baik sangka pada Allah ta’ala”.
Dan tentang fadhilahnya Ibnu Abbas ra berkata: “Tafakkur atas kebajikan akan menarik pada kita untuk mengamalkannya, dan tafakkur pada kejelekan itu akan membawa kita untuk meninggalkannya”. Namun dalam masalah tafakkur Nabi SAW memberi batasan dalam hal tersebut, seperti dalam sabdanya:
تـَفَكَّرُوْا فِي خُلُقِ الله, وَلا تـَتـَفَكّرُوْا فِي الله, فَإنَّـكُمْ لَنْ تـَقَدَّرُوْا قَدْرَهُ
“Bertafakkurlah tentang mahluk Allah, dan jangan kamu bertafakkur tentang Allah, karena sesungguhnya kamu tiada akan dapat mengkadarkan akan kadar Allah”.
Dalam hadits tersebut mengandung suatu pelajaran bahwa kita disarankan oleh Nabi SAW untuk tidak bertafakkur tentang dzat Allah ta’ala secara mendalam, terlebih bagi orang yang tiada menguasai tentang keilmuannya, karena bisa mengakibatkan pikiran-pikiran atau faham-faham yang tidak benar.
2.Dengan lisan artinya penuturan lisan yang baik dan mulia, seperti mengucapkan asma-asma Allah dan sifat-sifat Allah serta ayat-ayat dan hukum-hukum-Nya, seperti: membaca Al qur an, yang merupakan paling utamanya bentuk ibadah lisan, basmalah dan hamdalah yang keutamaannya bisa membuka pintu-pintu langit, dan takbir yang keberkahannya memenuhi ruang antara bumi sampai langit, dan tasbih yang keluasan keberkahannya melebihi luasnya daratan dan lautan, dan tahlil yang keberkahannya melebihi jumlah bintang-bintang yang bertaburan di langit dan sebagainya, serta belajar atas ilmu-ilmu-Nya serta kebesaran-kebesaran-Nya juga merupakan bentuk dzikir dengan lisan, yang pada hakikatnya adalah untuk mendekatkan diri pada-Nya,dan juga mengharap ridho dari-Nya.
3.Dengan perbuatan, artinya segala bentuk ibadah yang mendekatkan dan menggapai ridlo-Nya serta yang sudah disyari’atkan oleh Nabi SAW seperti sholat, haji dan sebagainya.
Ma’asyiral hadirin jama’ah jum’ah rohimakumullah
Banyak makna yang terkandung dalam dzikir, ada yang bermakna menuturkan asma-asma, sifat-sifat dan ayat-ayat Allah ta’ala, ada yang bermakna berfikir tentang kebesaran Dzat Allah, ada yang bermakna minta ampunan pada Allah (istighfar) ada juga yang sifatnya bermakna meminta pada Allah ta’ala (do’a) dan semua hal tersebut juga terdiri dari beberapa macam bentuk, dari bentuk wirid yang umum (‘aam) sampai dalam bentuk wirid khusus (thoriqoh dan sejenisnya).
Dan thoriqoh sendiri terbagi dalam beberapa jenis atau macam tergantung dari Imam atau Mursyidnya seperti yang berlaku di negara kita Indonesia pada umumya dan di Jawa pada khususnya, yang masing-masing meliputi bentuk bacaan serta perilaku yang berbeda, namun kesemuannya memiliki maksud dan tujuan yang sama yaitu mendekatkan dan mengharap ridho Allah ta’ala, dan kita tidaklah perlu untuk membeda-bedakanya selagi masih dalam konteks atau jalan yang tidak menyimpang dari syari’at dan ketauhidan pada Allah ta’ala.
Ma’asyiral hadirin jama’ah jum’ah rohimakumullah
Nabi SAW selalu menganjurkan pada kita sebagai umatnya untuk selalu dzikir pada Allah ta’ala baik dilakukan dengan sendirian (munfarid) atau dengan bersama-sama (jama’ah) dengan mendirikan majlis-majlis dzikir atau sejenisnya, karena barang siapa yang berkumpul dan didalamnya dituturkan Asma-asma Allah, Ayat-ayat kebesaran Allah, serta kemuliaan para Nabi-Nya, niscaya para malaikat akan turun dan membawa keberkahan pada mereka dan senantiasa mendo’akan pada mereka agar segala yang mereka minta pada Allah ta’la akan terkabulkan dan memintakan ampunan atas dosa-dosanya, dan setiap langkahnya akan diganti oleh Allah ta’la 10 kebagusan dan setiap satu kalimat yang diucapkan atau yang didengarkan, niscaya akan dibalas dengan 10 kebagusan,
Begitu besar keutamaan dan keberkahan majlis dzikir,maka untuk itu marilah kita gunakan waktu kita untuk terus mendatanginya, terlebih-lebih bila dalam majlis tersebut terdapat para Ulama dan para Arif, karena majlisnya para Ulama dan para Arif bisa menarik 6 perkara dari 6 perkara:
Berkata Ibnul Qoyyum ra:
قال ابن القيم رحمه الله:مَجَالِسُ العَارِفِ تـَدْعُوْكَ مِنْ سِتَةِ اِلَى سِتِ: مِنَ الشَكِ اِلَى اليَقِيْنِ, وَمِنَ الرِّيَاءِ اِلَى الإخْلاصِ, وَمِنَ الغـَفْلَةِ اِلَى الذِكْرِ, وَمِنَ الرَّغْبَة فِي الدُّنْيَا اِلَى الرَّغْبَةِ فِي الأخِرَةِ, وَمِنَ الكِبْرِ اِلَى التّوَاضُعِ, وَمِنَ السُّوْءِ النِيَةِ اِلَى النّصِيْحَةِ
“Sesungguhnya majlisnya para Arif dapat menarik 6 perkara dari 6 perkara: dari keraguaan menjadi keyakinan, dari pamer menjadi ihlas, dari lupa menjadi ingat, dari cinta kepada dunia menjadi cinta pada ahirat ,dari sombong menjadi tawadhu’ dan dari buruknya niat menjadi nasihat".
.Dan majlis dzikir adalah bagian dari taman surga, dan kenikmatannya adalah bagian dari kenikmatan surga, maka barang siapa yang berada dan melaksanakan ibadah di dalamnya maka ia seperti berada dan merasakan kenikmatan dalam taman surga.
Ma’asyiral hadirin jama’ah jum’ah rohimakumullah
Ingatlah bahwa dzikir dan fikir adalah ibadah yang amatlah penting bagi kita semua dalam menjalani kehidupan di dunia, agar kita senantiasa tetap dalam lindungan dan naungan Allah ta’ala, maka untuk itu janganlah sampai kita melupakannya, dan marilah kita bersama berdo’a agar kita senantiasa terhindar dari segala bentuk kemaksiatan yang bersumber pada lisan yang akhirnya akan berakibat pada perbuatan.Amiiin……
جَعَلنَا الله وَإيّاكُمْ مِنَ الفَائِزِيْنَ الأمِنِيْنَ, وَأدْخَلَنَا وَإيّاكُمْ فِي زُمْرَةِ المُوَحِّدِيْنَ الكاَمِلِيْنَ, وَقـُلْ رَبِّ اغـْفِرْ وَارْحَمْ وَأنـْتَ خَيْرٌ الرّاحِمِينَ

( Ust. Mahfudl)

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan masukan komentar anda